Ramadhan Jazz Festival hari pertama sukses digelar di Masjid Cut Meutia

  • image

Panggung berukuran 10 x 8 meter berdiri megah di pelataran Masjid Cut Meutia Jakarta. Sepasang kain diletakkan di kiri dan kanan belakang panggung. Bagian tengahnya berisi layar yang memuat informasi para artis yang tampil. Jika kita menengadah maka terlihat lampion menggantung di pepohonan yang ada di halaman Masjid. Didepannya ada sejumlah karpet yang diduduki beragam usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Demikianlah suasana Ramadhan Jazz Festival hari pertama, Jumat 12 Agustus 2011 di Masjid Cut Meutia Menteng.

Reaksi beragam datang dari para musisi Jazz yang tampil termasuk para penonton. Namun umumnya berkomentar senada yakni acara Ramadhan Jazz Festival yang digelar untuk pertama kali-nya ini berlangsung unik dan asyik.

Hal tersebut ditegaskan oleh musisi seperti Beben Supendi M ulyana dari Komunitas Jazz Kemayoran yang menyertakan tiga kelompok sekaligus untuk berpartisipasi dalam acara ini yakni Beben Jazz, Live at Wonderland dan Joey Abdul & Friends. Musik Jazz itu ujung-ujungnya jadi sarana bagi kita untuk berbagi kebaikan ujarnya.

Kejutan lain disajikan oleh Andien (vokal) yang tampil bersama Iwan Hasan (gitar), Enggar (Tuba) dan Andy Gomez (keyboard) dalam format Chamber Musik. Ini adalah kali pertama membawakan musik kami di ruang terbuka, apalagi didepan Masjid Membawakan tiga buah lagu, salah satunya nomor standard “Honeysuckle Roseyang merupakan karya Fats Waller dari tahun 1928. Sebagian pengunjung bertanya-tanya karena Andien tidak membawakan lagu-lagu populernya. Tapi begitulah Jazz, ada kalanya anda perlu mendengarkan sesuatu yang tidak populer, sebagai pembelajaran.

Ramadhan Jazz Festival tak melulu soal lagu standard jazz, tapi ada pula lantunan Shalawat yang dikumandangkan Zarro. Gitaris yang kerap membawakan karya berbahasa Kaili (Palu). Ia juga mengimbuhkan kata-kata Marhaban ya Ramadhan dalam lagu “Apuse” dari Papua yang diaransemen secara Brasilian Jazz.

***

Dalam dunia nyata, musik dan praktek ibadah sering terjadi kolaborasi timbal balik yang sangat erat. Musik bisa dijadikan sarana untuk membantu mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta.
Sejarah mencatat tidak sedikit musisi jazz yang muslim juga memasukkan unsur-unsur agama dalam musiknya, di Indonesia sebagai contoh dalam kumpulan album 粘ound of Beliefdimana para musisi jazz Indonesia merayakan bulan suci melalui musik-musik mereka. Tanpa banyak terekspose ke permukaan, banyak musisi musisi jazz legendaris juga memeluk agama Islam. Contohnya seperti Art Blakey (Abdullah ibnu Buhaina), McCoy Tyner, Ahmad Jamal, Abdullah Ibrahim sampai John Coltrane yang juga sering memasukkan unsur-unsur religius dalam musik mereka. Jazz dan keberagama-an senyatanya bisa saling berkait dan Jazz bisa menjadi ekspresi religius dalam bermusik.

Ramadhan Jazz Festival masih akan berlangsung Sabtu 13 Agustus 2011 mulai pukul 21.00 wib di Plaza Masjid Cut Meutia Menteng, Jakarta Pusat dan tidak dipungut biaya dengan para penampil antara lain Dwiki Dharmawan Spiritual Ensemble, Tompi, Iwan Abdie & Mr Brightside, Demas Narawangsa, Ade Rudiana, Zoltan Renaldi, Eugene Bonty, Diah Ayu, Bag+Beat dan Radhini feat Bayu Isman.

***

Ramadhan Jazz Festival 2011 merupakan kolaborasi WartaJazz dan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) Jakarta. Acara ini merupakan kado ulang tahun ke-11 WartaJazz yang jatuh pada tanggal 8 Agustus 2011, sekaligus merupakan menjadi bagian dari kegiatan Gema Ramadhan yang selalu diselenggarakan setiap tahun. Gagasan Ramadhan Jazz Festival pertama kali dilontarkan WartaJazz lewat social network, Twitter, yang direspon oleh RICMA.

Acara Ramadhan Jazz Festival 2011 terselenggara berkat dukungan para sponsor seperti Esia, XL, DSS Don Sistem Suara, Paperina, ARTaja production, Cimory, Kratingdaeng, McD, Hophop dan Starbucks.

Besar harapan kami, acara ini memberikan manfaat, dan menjadi sarana mendekatkan diri kita pada Sang Pencipta lewat seni musik. Acara ini adalah kontribusi anak-anak bangsa demi kemajuan perkembangan musik Jazz (di) Indonesia.

Leave a Comment

 Related Posts